Entri Populer

Sabtu, 15 Oktober 2011

POTENSI IKAN TUNA


Agroindustri merupakan salah satu cabang industri yang mempunyai kaitan yang erat dan langsung dengan sektor pertanian. Agroindustri juga mempunyai peranan yang sangat penting karena pada umumnya mampu menghasilkan nilai tambah dari produk segar hasil pertanian. Pengertian agroindustri selama ini hanya didefinisikan dalam arti yang sempit, mungkin hanya diartikan sebagai proses budidaya tanaman untuk pangan saja, namun dengan perkembangan pengetahuan, agroindustri telah diartikan dalam bidang yang lebih luas lagi, seperti tercakup dalam rangkaian usaha agribisnis, mulai dari pembibitan, pembudidayaan, pemanenan, pengadaan sarana produksi pertanian (pupuk, insektisida, oil) serta pengelolaan dan pemasarannya serta tercakup dalam sektor perikanan dan peternakan.
Salah satu bahan agroindustri yang saat ini sedang dikembangkan dari sektor perikanan adalah pengembangan ikan tuna (Thunnus sp). Karena kandungan protein yang sangat besar, komoditi ikan tuna di Indonesia masih dimanfaatkan sebagai bahan industri pangan dan ekspor ke luar negeri. Tidak seperti kebanyakan ikan yang memiliki daging berwarna putih, daging tuna berwarna merah muda sampai merah tua. Hal ini karena otot tuna lebih banyak mengandung myoglobin dari pada ikan lainnya.
Beberapa spesies tuna yang lebih besar, seperti tuna sirip biru (Thunnus thynnus), dapat menaikkan suhu darahnya di atas suhu air dengan aktivitas ototnya. Hal ini menyebabkan mereka dapat hidup di air yang lebih dingin dan dapat bertahan dalam kondisi yang beragam. Kebanyakan bertubuh besar, tuna adalah ikan yang memiliki nilai komersial tinggi. 
Ikan tuna mempunyai daerah penyebaran sangat luas dan hampir dapat ditemukan disemua daerah tropis maupun subtropis. Ikan tuna di wilayah perairan Indonesia mencakup wilayah perairan pantai perairan dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.
Posisi perairan Indonesia yang terletak di antara Samudera Hindia dan Pasifik merupakan tempat perlintasan ikan tuna dalam pengembaraan jarak jauhnya ikan tuna terdiri dari bermacam-macam jenis, antara lain mandidihang/yellowfin (Thunnus albacores), mata besar (Thunus obesus), abu-abu (Thunus tonggol), albakora (Thunus alalunga), dan sirip biru (Thunus thynnus). Hingga saat ini tuna masih dihasilkan dari kegiatan penangkapan, bukan hasil budi daya. Keberhasilan operasi penangkapan sangat ditentukan oleh keterampilan mengenali pola tingkah laku ikan tuna yang berkaitan dengan kebiasaan makan, suhu air, arus air, dan musim kawin.
Saat ini potensi dari ikan tuna Indonesia belum terberdayakan dengan baik. Produk akhir yang bias dicapai dari pengolahan ikan tuna hanya produk pangan. Dan sebagian besar ikan tuna yang memiliki kualitas cukup baik diekspor ke negara-negara seperti Jepang, China, dan Korea.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar